Activity


  • Merrill Bjerg posted an update 1 year, 10 months ago  · 

    Jawa yakni pulau dengan penduduk yang paling banyak di Indonesia. Tidak heran jika etnis Jawa memang menjadi mayoritas di negara ini. etnis Jawa tidak hanya tinggal di Pulau Jawa, tetapi ada juga yang menyebar ke pulau lainnya. sehingga banyak kebiasaan Jawa yang diadopsi oleh kebiasaan kultur di daerah lain. sebuah kebiasaan tak lengkap seandainya tak memperhatikan dari sisi pakaian adatnya. Pakaian adat Jawa sangat bermacam-macam dan akan kami bahas beberapa disini.

    Baju yang pertama yakni kanigaran, baju ini awalnya yakni pakaian khas pernikahan oleh keluarga kerajaan keraton Yogyakarta. Namun pada masa sutlan Hamengkubuwono IX, pakaian ini telah dipersilahkan untuk masyarakat bukan bangsawan. Sehingga dikala ini kanigaran menjadi unggulan para pengantin, terutamanya oleh pengantin berdarah Jawa.

    Kanigaran ini berasal dari bahan beludru hitam dengan bawahan berupa kampuh atau dodot.
    tak terlihat dan aksesoris yang dipakai memiliki hukum khusus tersendiri, sehingga cuma dimengerti oleh perias profesional adat Jawa.

    Pakaian adat Jawa selanjutnya bernama basahan, dimana baju ini juga sama dengan kanigaran ialah untuk kebutuhan pada upacara pernikahan. Basahan ini yakni baju pada masa kerajaan Mataram. Berbeda dengan kanigaran, penerapan baju basahan ini tak menerapkan baju luaran pada kemben. Walaupun untuk aksesoris serta riasan hampir mirip dengan gaya kanigaran.

    Baju khas Jawa lekat sekali dengan yang namanya kebaya. Pakaian tradisional yang dikhususkan untuk kaum perempuan ini memang betul-betul populer. Lazimnya terbuat dari kain dengan tambahan brukat sebagai pemanis, kebaya menjadi pakaian formal di berjenis-jenis acara seperti pernikahan.

    Kebaya sendiri berasal dari kata abaya yang artinya pakaian. Melainkan, menurut sejarah kebaya dibawa dari Tiongkok dan memperoleh akulturasi adat istiadat dari Jawa sehingga menjadi seperti kini. Baju yang senantiasa dipadukan dengan bawahan jarik ini dahulu yakni simbol aristokrasi yang membedakan antara wanita ningrat dan rakyat awam.

    Berdasarkan sejarawan kebaya yang terbuat dari kain sutra, brukat, serta beludru yang ditambah dengan aksesoris bros di bagian dada sudah ada sejak tahun 1817. Kebaya bertahan menjadi baju putri bangsawan, sampai ketika ini menjadi pakaian tradisional yang masih banyak disukai oleh perempuan di Indonesia.

    Pakaian Jawa yang terakhir yaitu beskap, yang merupakan baju tradisional untuk para kaum pria. Beskap sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram ialah pada akhir abad ke 18.

    Wujud beskap ialah kemeja lipat dengan kerah tidak berlipat, warna baju ini polos dengan hiasan aksesoris pada komponen kanan dan kiri dada. Pola kancingnya juga dihasilkan menyamping serta bagian belakang diperkenankan terbuka untuk tempat keris. Pakaian adat Jawa ini yaitu pakaian atasan Jawi Jangkep, melainkan sering kali diterapkan terpisah. Ada 4 ragam beskap ialah gaya solo, gaya Jogjakarta, Landung, dan Gaya Kulon.